Selasa, 11 Juni 2013

Dump!! Yes I’m was There (o.O)


Sore –sore di hari selasa 21022012, duduk manis dirumah dan nntn berita (tumben). Cukup BT sama berita tentang rumah tahanan KORUPTOR yang dibikin nyaman senyaman-nyamannya. Dengan AC kasur empuk tempat bersih, itu sih lebih mirip HOTEL. Dissusul sama berita tentang pembbantaian orang utan OH MY GOD!! Sumpah itu tega banget orang-orang itu. tapi bukan berita ini yang sebenernya mau aku bahas lebih jauh, ada 1 acara dimana seorang reporter saat itu menelusuri kehidupan “pemulung”. Mereka makan bekerja sampai tidur dilingkungan yang di kelilingi pegunungan.  Pegunungan SAMPAH. Iya, pegunungan sampah. Dan hampir semua yang mereka butuhkan mereka dapatkan dari sana. Sebenernya berita semacam ini udah aku tonton beberapa kali, dan tiap liat itu, aku suka keinget sama dunia aku waktu masih kecil.
Hehe.. ga usah pada bingung pada heran gitu deh bacanya. Karna mungkin cerita aku nanti akan lebih bikin kalian aneh atu malah jijik J
Selain barbie, alat masak-masakan dan mainan anak perempuan lain (bukan mainan MEWAH), ada 1 tempat dimana aku menghabiskan waktu menikmati dunia kecilku. Di belakang rumah, ada 1 tempat dimana orang-orang yang disebut Pemulung dan keluarganya tinggal. Deretan rumah panggung yang terbuat dari bilik bambu berdiri tepat dipinggir sungai. Pak mardi bu dedeh ison dan ai. Adalah salah 1 keluarga yang tinggal disana. Aku kenal mereka semenjak ai menjadi teman mengajiku sekaligus teman bermain ku juga. Selama seharian pak mardi pergi, istrinya setia menunggu dirumah sembari memotong motong kaleng kaleng bekas. Dikolong rumah ai lah aku sepupuku dan teman teman kecilku BERMAIN.
Kalian percaya itu?? BERMAIN. Biasanya kami asyik main asak-masakan, sekolah sekolahan, dan rumah rumahan. Kotor tapi luas itu dunia kami waktu itu. dan sangat menyenangkan. Disiang hari, kami mulai bermain saat sekolah kami selesai sampai tiba waktunya kita pergi ngaji. Dan setelah mengaji biasanya kita lanjut bermain sampai magrib. Ya, dunia bermain kami tidak ada habisnya.
Biasanya, sebelum kami mengaji pak mardi sudah sampai di rumahnya. Dan saat – saat seperti inilah yang ditunggu ai, karna beberapa dari barang yang dibawa ayahnya akan ada yang bisa ia jadikan koleksi mainan terbarunya atau bahkan camilan – camilan enak. Dan ya, saat aku bermain dirumahnya, pak mardi datang dan menyuguhkan 1 kotak persegi panjang yang berisi 4 cup cake coklat dengan choco chip diatasnya. Dia membagikannya pada anaknya dan 3 teman anaknya yang salah satunya aku. Awalnya aku ragu, tapi pak mardi dan istrinya meyakinkan kalau itu tidak apa – apa dan bisa kami makan. Selain kue kue, pak mardi kadang juga membawa buah buahan dan ya seperti yang ku bilang tadi, mainan baru untuk anaknya atau interior baru yang bisa memperindah rumahnya.
Entah ya atau tidak, tapi kata bliau makanan makanan itu dia dapat dari orang kaya baik hati yang sampah rumahnya dia tampung.
Ya..seperti apapun duniaku saat itu, tapi aku merasa sangat beruntung, memiliki dunia penuh warna. Memiliki tempat bermain yang ada dimana – mana. Lapangan dan sawah yang luas dengan petualangan petualangan yang menantang yang akan aku ceritakan di depan nanti :)