Sore –sore di hari selasa 21022012, duduk
manis dirumah dan nntn berita (tumben). Cukup BT sama berita tentang rumah
tahanan KORUPTOR yang dibikin nyaman senyaman-nyamannya. Dengan AC kasur empuk
tempat bersih, itu sih lebih mirip HOTEL. Dissusul sama berita tentang
pembbantaian orang utan OH MY GOD!! Sumpah itu tega banget orang-orang itu.
tapi bukan berita ini yang sebenernya mau aku bahas lebih jauh, ada 1 acara
dimana seorang reporter saat itu menelusuri kehidupan “pemulung”. Mereka makan
bekerja sampai tidur dilingkungan yang di kelilingi pegunungan. Pegunungan SAMPAH. Iya, pegunungan sampah.
Dan hampir semua yang mereka butuhkan mereka dapatkan dari sana. Sebenernya
berita semacam ini udah aku tonton beberapa kali, dan tiap liat itu, aku suka
keinget sama dunia aku waktu masih kecil.
Hehe.. ga usah pada bingung pada heran gitu
deh bacanya. Karna mungkin cerita aku nanti akan lebih bikin kalian aneh atu
malah jijik J
Selain barbie, alat masak-masakan dan mainan
anak perempuan lain (bukan mainan MEWAH), ada 1 tempat dimana aku menghabiskan
waktu menikmati dunia kecilku. Di belakang rumah, ada 1 tempat dimana
orang-orang yang disebut Pemulung dan keluarganya tinggal. Deretan rumah
panggung yang terbuat dari bilik bambu berdiri tepat dipinggir sungai. Pak mardi
bu dedeh ison dan ai. Adalah salah 1 keluarga yang tinggal disana. Aku kenal
mereka semenjak ai menjadi teman mengajiku sekaligus teman bermain ku juga.
Selama seharian pak mardi pergi, istrinya setia menunggu dirumah sembari
memotong motong kaleng kaleng bekas. Dikolong rumah ai lah aku sepupuku dan
teman teman kecilku BERMAIN.
Kalian percaya itu?? BERMAIN. Biasanya kami
asyik main asak-masakan, sekolah sekolahan, dan rumah rumahan. Kotor tapi luas
itu dunia kami waktu itu. dan sangat menyenangkan. Disiang hari, kami mulai
bermain saat sekolah kami selesai sampai tiba waktunya kita pergi ngaji. Dan
setelah mengaji biasanya kita lanjut bermain sampai magrib. Ya, dunia bermain
kami tidak ada habisnya.
Biasanya, sebelum kami mengaji pak mardi sudah
sampai di rumahnya. Dan saat – saat seperti inilah yang ditunggu ai, karna
beberapa dari barang yang dibawa ayahnya akan ada yang bisa ia jadikan koleksi
mainan terbarunya atau bahkan camilan – camilan enak. Dan ya, saat aku bermain
dirumahnya, pak mardi datang dan menyuguhkan 1 kotak persegi panjang yang
berisi 4 cup cake coklat dengan choco chip diatasnya. Dia membagikannya pada
anaknya dan 3 teman anaknya yang salah satunya aku. Awalnya aku ragu, tapi pak
mardi dan istrinya meyakinkan kalau itu tidak apa – apa dan bisa kami makan.
Selain kue kue, pak mardi kadang juga membawa buah buahan dan ya seperti yang
ku bilang tadi, mainan baru untuk anaknya atau interior baru yang bisa
memperindah rumahnya.
Entah ya atau tidak, tapi kata bliau makanan
makanan itu dia dapat dari orang kaya baik hati yang sampah rumahnya dia
tampung.
Ya..seperti apapun duniaku saat itu, tapi aku
merasa sangat beruntung, memiliki dunia penuh warna. Memiliki tempat bermain
yang ada dimana – mana. Lapangan dan sawah yang luas dengan petualangan
petualangan yang menantang yang akan aku ceritakan di depan nanti :)